Politidealism

Ini Pilkada serentak apa Pilpres. Semua penduduk Indonesia seolah-olah larut dalam dinamika politik DKI Jakarta yang bagi saya sendiri sesungguhnya gak terlalu penting. Daerah saya Bali, dan Kota Denpasar tahun ini gak melakukan Pilkada karena memang belum waktunya. Memang bukan DKI Jakarta saja yang melakukan Pilkada, ada beberapa Provinsi dan Kabupaten/Kota lain yang juga menggelar Pilkada. Tapi kenapa semua tertuju pada pilkada DKI Jakarta?

Jawabanya ya karena DKI Jakarta Ibukota dari Indonesia yang konon perwakilan semua penduduk Indonesia ada disana, tentu menjadi sorotan. Selain itu semua media yang mengaku media nasional setiap hari memberitakan pilkada DKI melulu. Media yang katanya nasional tapi beritanya DKI melulu, beritain di daerah kalau ada bencana doang, syedih.

Awal-awal Pilkada sempet suka mengikuti perkembangan DKI karena penasaran sama konsistensi dan idealisme seorang Ahok. Dia pernah mundur dari Partai Gerindra karena partainya itu mendukung UU yang menyatakan bahwa Kepala Daerah dipilih oleh DPRD. Trus  dia juga dengan pede bilang mau maju Independen yang konon kabarnya KTP yang dikumpulin teman Ahok udah 1 juta. Sebagai anak muda yang belum tua, tentu idealisme dan semangat anak muda ala Ahok ini bikin saya penasaran dan menunggu-nunggu, Apakaah.. Ahoook.. akan Maju melaluiii jaluuurr.. Independen..??! *nada ala presenter silet*

Kemudian kejutan terjadi, ya sebenernya gak kejutan juga sih. Namanya juga politisi, apa yang dibilang jangan terlalu dianggap serius. Ahok memilih jalur partai yang dengan kata lain akan dengan sangat mudah untuk menang dengan satu putaran. Brut! Saya pun kentut.. penantian selama ini sia-sia.. haha. Ternyata susah cari politisi idealis di Indonesia. Mungkin yang idealis di Indonesia semuanya udah jadi dosen, atau dikucilkan dimasyarakat, syedih. Semenjak saat itu saya sudah males untuk ngikutin perkembangan Pilkada DKI Jakarta. Udah pasti menang telak..

Namanya juga politik, gak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada hanya kepentingan. Dulu Ruhut Sitompul ampe berbusa mulutnya dewa-dewain SBY, sekarang melipir belain Ahok. Dulu Anies Baswedan sang motivator berhasil membuat anak muda terbaik Indonesia meninggalkan zona nyaman buat ke daerah terpencil untuk mengajar, sekarang? Ah.. syudahlah.. namanya juga politisi. Eh, pak Anies akademisi atau politisi?

Entahlah, setelah semua calon mendeklarasikan diri, makin lama, makin males buat ngikutin. Semuanya serba politik, pake cara apa aja biar menang. Kadang-kadang dalam hati berpikir, ini orang-orang rebutan kekuasaan gini-gini amat. Trus kalau udah jadi Gubernur, trus nanti kaya, trus punya uang banyak, mati bawa uang? Cuman dibungkus kain doang trus milih mau masuk surga atau neraka. Eh, bisa milih gak ya? Atau ada motivasi lain? Sebagai batu loncatan jadi Presiden? Trus kalau udah jadi Presiden, trus nanti kaya, trus punya uang banyak, mati bawa uang? Hmmm.. Padahal kalau dipikir-pikir kalau mau kaya, seharusnya jangan jadi Pejabat. Tapi jadi Youtuber atau Selebgram, HAHA!

Anyway, terlepas dari itu semua saya gak mau membenci politik. Karena politik lah kita bisa hidup seperti sekarang. Bisa nulis blog, bisa makan martabak, bisa bikin rujak rambutan kekinian, bisa menyampaikan pendapat tanpa takut besoknya diculik. Politik cuma alat untuk memperjuangankan. Saya pernah denger kutipan entah dari siapa lupa yang bilang bahwa:

“Ketika kita sudah memperjuangkan sesuatu, disanalah kita berpolitik.”

-dari siapa gitu pokoknya, lupa.

Nah, sehari-hari sebenernya kita sudah berpolitik tanpa sadar. PDKT sama pacar juga berpolitik kok, soalnya kita memperjuangankan dia agar tidak di “juang” orang lain. HAHA! (juang dalam bahasa bali artinya “ambil”). Saya bukan ahli politik. Saya SMA jurusan IPA, kuliah jurusan Kesmas, cuman resah dan kadang-kadang heran aja kenapa gak ada politisi yang idealis di Indonesia? Kemungkinannya sih, (1) memang tidak ada, (2) ada tapi tak muncul ke permukaan, (3) ada dan muncul ke permukaan tapi cuman pencitraan, syedih. Atau jangan-jangan idealisme seorang politisi adalah dengan menjadi tidak idealis.

he..he.. he..

When you’re not idealist, you the real a politician.

Iklan

Penjajah Itu Datang ke Surga (lagi)

Bali merupakan salah satu destinasi wisata favorit tidak hanya di Indonesia bahkan di dunia. Pulau yang dijuluki Pulau Surga (The Island of Paradise) dengan beragam budaya dan keunikan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Namun surga yang kita kenal dengan ketenangan, kenyamanan, dan keramahan masyarakatnya beberapa waktu lalu kedatangan “tamu” yang tidak diundang. Terlalu manis jika kita menyebutnya tamu, lebih tepat jika kita menamai mereka penjajah. Penjajah tanpa senjata namun membahayakan bangsa. Siapa mereka?

Akhir tahun lalu, kabar gembira datang bagi masyarakat Bali. Konferensi World Tobacco Asia (WTA) yang rencananya digelar pada tahun 2014 resmi batal dilaksanakan. Setelah berbagai elemen masyarakat dengan lantang menolak pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali pun dengan tegas menyatakan sikapnya: MENOLAK. Penolakan itu sebagaimana termuat dalam surat ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun tertanggal 29 Juli 2013. Tak berselang lama, kegiatan serupa rencananya akan diadakan kembali di Bali. Penjajah tersebut datang dan menamai diri mereka “Inter-tabac Asia”. Inter-tabac Asia merupakan pameran dagang international untuk  produk-produk tembakau dan aksesoris merokok yang dikelola oleh Messe Westfalenhallen Dortmund GmbH yang bermarkas di Kota Dortmund, Jerman. Rencananya kegiatan tersebut akan diadakan di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) pada tanggal 27 -28 Pebruari 2014. Berdasarkan informasi dari pihak BNDCC-BTDC pihak penyelenggara Inter-Tabac sudah mengajukan ijin penyelenggaraan kegiatan dengan melampirkan surat ijin keamanan dari Kepolisian Republik Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir Inter-tabac melakukan ekspansi ke wilayah Asia khususnya pada tahun ini akan difokuskan ke Indonesia dengan melakukan kegiatannya di Bali.

Bali si Pulau Surga nampaknya memiliki daya tarik tersendiri bagi industri tembakau. Mereka yang di negara lain diusir karena kegiatan ini dianggap tidak bermanfaat dan cenderung merugikan, di Bali justru penjajah tersebut kembali diberikan ijin. Ironis memang ketika Bali sendiri sudah memiiki Perda Kawasan Tanpa Rokok yang salah satu poinnya adalah membatasi promosi dan iklan rokok. Di negaranya sendiri Jerman, bahkan kegiatan ini ditolak dan dilarang keras. Salah satunya adalah karena anak-anak tetap diperbolehkan membeli rokok tanpa ada pengawasan yang jelas. Selain itu Indonesia merupakan salah satu (dari sedikit negara) yang belum meratifikasi kerangka kerja pengendalian tembakau (Framework Convention on Tobacco Control) yang dicanangkan oleh PBB. Akibatnya industri rokok dapat melakukan hampir segala sesuatu yang mereka inginkan disini. Mereka bebas datang menjajah bangsa kita. Mereka datang ke Pulau Surga kita untuk kepentingan kelompoknya. Mereka datang untuk meracuni generasi muda kita. Pulau yang seharusnya menjadi surga bagi masyarakat dan pengunjungnya untuk menikmati udara bersih tanpa asap rokok, kini kedatangan penjajah untuk yang kedua kalinya. Apakah kita hanya diam?

Inter-tabac Asia 2014 Akhirnya Batal

Setelah berbagai elemen masyarakat dari berbagai negara dan beberapa aksi penolakan yang cukup masif dilakukan khususnya di Bali, pelaksanaan kegiatan Inter-tabac Asia yang rencananya akan digelar di Nusa Dua secara resmi batal. Pembatalan pelaksanaan kegiatan Inter-tabac Asia secara tegas tertuang pada situs resmi penyelenggara Inter-tabac yang menyatakan kegiatan tersebut ditunda.

Dengan dibatalkannya Inter-tabac Asia, merupakan sebuah kemajuan besar bagi giat pengendalian tembakau di Bali dan Indonesia. Bali khususnya sudah berhasil “mengusir” 2 kegiatan serupa yakni World Tobacco Asia (WTA) dan saat ini Inter-tabac Asia. Perjuangan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis, akademisi, mahasiswa/pelajar, dan pemerintah serta seluruh pihak yang sudah mendukung penuh penolakan Inter-tabac Asia berjalan dengan sukses, Inter-tabac batal digelar.

Akan tetapi, peluang dipindahnya pameran tersebut ke kota lain di Indonesia masih cukup besar. Seperti Pemerintah Provinsi Bali beserta jajarannya, dibutuhkan komitmen dari berbagai daerah di Indonesia untuk menolak pameran rokok serta kegiatan serupa diadakan di Indonesia. Menerima atau mengadakan pameran rokok, sama saja menjadikan Indonesia sebagai tempat sampah bagi industri rokok dimana hampir diseluruh dunia industri rokok sudah ditolak.

Harapannya, tentu saja industri rokok berpikir 1000 kali lagi untuk melakukan kegiatan sejenis khususnya di Bali. Bali membuktikan bahwa jika semua lapisan masyarakat bersatu, ditambah lagi komitmen dan konsistensi sikap dari pemerintah daerahnya, kegiatan seperti ini mustahil diadakan di Indonesia. Kedepan, semoga tidak ada lagi kegiatan dari industri tembakau dalam kemasan apapun, dengan dalih apapun mampir ke negeri kita tercinta. Jika kalian datang kembali, kami siap mengusir lagi. Berani? :)

“PERINGATAN: Merokok Membunuhmu.. dan Orang Disekitarmu”

Membahas tentang rokok dan industrinya memang tidak akan ada habisnya. Pro dan kontra dari setiap aspek industri ini memang sangat menarik untuk dibahas. Tentu aspek yang paling sering dibicarakan adalah dari sudut pandang kesehatan. Sudah banyak riset yang menunjukan bahwa merokok sebagai salah satu faktor resiko berbagai macam penyakit. Bahkan menurut WHO, 6 dari 8 penyebab kematian utama di dunia disebabkan akibat konsumsi tembakau diantaranya Penyakit Jantung Iskemik, Penyakit Kardiovaskular, Infeksi Saluran Pernafasan Bawah, Penyakit Paru Kronik Obstruktif, Tuberkulosis, serta Kanker Paru. Sebagian masyarakat tentunya beranggapan bahwa merokok merupakan kebiasaan yang buruk. Sebuah kebiasaan yang tidak ada manfaatnya, bahkan cenderung merugikan. Tapi disisi lain, tidak sedikit masyarakat yang sepertinya tutup mata dengan berbagai dampak buruk akibat perilaku merokok khususnya terhadap kesehatan. Mereka tidak peduli dengan bahaya yang mengancam dirinya. Mereka tidak peduli dengan bagaimana udara sekitar menjadi tercemar akibat ulahnya. Yang mereka pikirkan hanya mendapatkan kepuasan dari merokok, tanpa berpikir panjang.

Secara langsung atau tidak, egoisme perokok ini berdampak secara sosial. Ambil saja contoh kasus pembunuhan Pedanda (pemuka agama hindu) pada bulan Desember tahun 2013 yang lalu. Kasus yang sempat menghebohkan daerah Mengwi dan sekitarnya ini bermula dari bagaimana egoisnya seorang perokok. Yang lebih mencengangkan adalah pembunuh dari Pedanda tersebut adalah anaknya sendiri. Kejadian tersebut berawal dari sang anak yang akan meminta uang sejumlah Rp. 2000 untuk membeli rokok kepada ibunya. Namun karena tidak memiliki uang, sang ibu pun tidak memberikannya. Karena emosi, sang anak pun mengaku pertama kali akan menusuk ibunya. Sebab, dia merasa terancam lantaran saat itu ibunya memegang pisau. Namun, sang ayah yang berusaha menghalangi justru ikut ditusuk oleh pelaku hingga langsung terkapar bersimbah darah dan tewas di tempat. Pelaku juga mengaku mengkonsumsi Narkotika jenis shabu sejak masih duduk di bangku SMP. Contoh kasus pembunuhan terhadap Pedanda tersebut hanya sebagian kecil dari banyaknya dampak sosial yang ditimbulkan akibat perilaku merokok. Beberapa riset juga mengaitkan tentang hubungan antara perokok dengan kecenderungan menggunakan Narkoba. Misalnya saja penelitian yang dilakukan oleh Profesor Dr. Nurul Ilmi Idrus dari Universitas Hasanuddin, Makassar. Ia telah mewawancarai lebih dari 200 pecandu Narkoba dan ternyata mayoritas responden menyatakan mereka menggunakan narkoba diawali dengan menjadi perokok dan kebanyakan dilakukan pada awal masa remaja.

Melihat contoh kasus diatas dapat digambarkan bagaimana dampak buruk merokok tidak hanya dari sisi kesehatan saja, dampak sosial/perilaku yang ditimbulkan akibat merokok juga tak kalah buruknya. Dari perspektif kesehatan tentu akibat buruk dari merokok tidak hanya dirasakan oleh perokok itu sendiri, yang bukan perokok pun (perokok pasif) ikut kena imbasnya. Asap yang ditimbulkan dan terpaksa dihisap oleh orang lain kandungan bahan kimianya lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok utama. Hal ini disebabkan tembakau terbakar pada temperatur lebih rendah ketika rokok sedang dihisap yang membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan banyak bahan kimia. Bahkan resiko terjadinya Kanker Paru dikalangan perokok pasif yang tinggal satu rumah atau satu kantor dengan perokok, lebih tinggi daripada mereka yang tinggal bersama non-perokok. Jika dilihat dari kaca mata sosial/berperilaku, dampak merokok jauh lebih merusak. Bayangkan saja ketika seorang anak tega membunuh ayah kandungnya sendiri hanya karena tidak diberikan uang untuk membeli rokok. Secara langsung atau tidak, rokok sudah merusak moral generasi muda. Generasi yang seharusnya menjadi masa depan bangsa, malah menjadi korban dari industri rokok.

Berbagai dampak tersebut tentu menjadi perhatian serius dari pemerintah. Sudah banyak regulasi dan kebijakan yang dibuat untuk mengurangi berbagai dampak tersebut. Mulai dari UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang mewajibkan setiap pemerintah daerah untuk membuat Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok, sampai yang terbaru yakni PP No. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Di Bali sendiri sudah ada Perda Provinsi yang mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok melalui Perda No. 10 tahhun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Sejauh ini Perda Provinsi Bali sudah berjalan efektif hampir 2 tahun. Lalu pertanyaannya kemudian, apakah regulasi ini efektif untuk mengurangi jumlah perokok? Atau paling tidak berbagai dampak buruk yang disebabkan akibat merokok dapat dikurangi?. Sejauh ini, keberadaan Perda cukup untuk membuat perokok berpikir dua kali untuk merokok di tempat-tempat umum. Lihat saja ketika Sidak beberapa waktu yang lalu di sebuah rumah sakit terbesar di Bali. Pengunjung rumah sakit yang kedapatan merokok langsung dilakukan sidang ditempat dan dikenakan tindak pidana ringan. Walaupun denda yang diberlakukan tidak seberapa, paling tidak ada efek “malu” yang didapat, dengan harapan mereka jera dan tidak lagi mau sembarangan merokok di tempat umum.

Hanya dengan regulasi dan kebijakan saja tentu tidak cukup untuk mengurangi dampak buruk rokok atau dalam skala yang lebih besar mengurangi dampak buruk dari industri pertembakauan. Regulasi tentu dibuat untuk mengatur perokok/industrinya atau paling tidak melindungi non-perokok. Tapi akan lebih baik seandainya jika tidak ada perokok dan tidak ada industri rokok. Namun itu nyaris mustahil mengingat orang-orang dibalik industri rokok adalah orang-orang besar dengan uang tak terbatas. Apapun bisa mereka lakukan, berapapun uangnya mereka bisa bayar, demi kelancaran industri mereka. Cara melawannya adalah tentu saja jangan merokok, kemudian ajak orang-orang sekitar kita untuk tidak merokok. Sebuah cara yang sangat sederhana tapi akan berdampak besar. Edukasi sedini mungkin tentang bahaya rokok juga penting mengingat kebanyakan orang merokok memulainya ketika masa remaja. Batasi iklan dan promosi rokok dengan komitmen kuat dari pemerintah dan seluruh stakeholder terkait. Bahwa merokok sama sekali tidak ada dampak positifnya sama sekali dilihat dari perspektif manapun. Seperti peringatan dibalik bungkus rokok yaitu “Rokok Membunuhmu” sebaiknya sedikit dimodifikasi menjadi “Rokok Membunuhmu.. dan Orang Disekitarmu”.

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3

Setelah Ini.. Lalu Apa ?

Haii.. Guyss..!!

*menyapa ala ikang fauzi*

Ga terasa udah lama sekali postingan blog unyu ini sudah tidak di update. Selama itu pula sudah banyak hal-hal yang terjadi di dunia yang fana ini, berikut tarian harlem shakenya..

*pake helm* *manggut-manggut*

Yip, mungkin postingan kali ini agak berbeda dengan postingan blog sebelumnya. Berusaha memuntahkan isi dipikiran, dengan perspektif berbeda. Tentang apa? Tentang apa yaa? Mau tau? aja apa banget ? Ciyuussh? Miapaah? Macacih? Amacak? Iyuuuuhhh..

*fokus*

*lanjuuut*

*kalian luar biasaa..* #eh

Jadi gini guys (cieeh guys)..

Entah kenapa begitu memasuki semester akhir di bangku kuliah yang setengah nyasar ini, begitu banyak hal-hal aneh atau hal-hal yang ga pernah terpikirkan begitu saja melintas lalu hilang.. seperti kamu yang hanya memberi harapan lalu tiba-tiba pergi dan tak kembali. #lha

Misalnya saja ketika masa KKN bulan Agustus tahun lalu, belum juga mulai KKN udah mikir: “nanti aku ama pacar ga ya?” “malem mingguan bisa ke mall ga ya?” “harga bawang meroket ga ya?” dan pertanyaan, pertanyaan absurd lainnya.

Belum lagi ketika magang, pertanyaan absurdnya : “ntar setelah magang bisa gendutan ga ya?” Walaupun semacam ada ke-tidak-nyambungan-nya, tapi hal ini sempat terlintas dibenak, entahlah.

Nah, ada hal lain setelahnya yang terlintas dikepala. Setelah magang, fase selanjutnya adalah menyusun proposal yang tentu saja seminarnya dapet jajan. Walaupun dapet jajan, intinya bukan itu..

Jadi, kita harus punya judul dulu..

Bukaan.. bukan judul lagu, ini judul SKRIPSI..

Iya Skripsi. Sebuah kata yang sangat sensitif bagi mahasiswa semester akhir.

Dulu waktu saya masih muda (waktu masih kena stempel maba), denger skripsi dan nanyain skripsi itu semacam tantangan dan nampak begitu antusias. Kini ketika sudah merasakannya sendiri dan berbarengan juga dengan negara api menyerang semua berubah ketika Aang datang ke dunia.

Setelah bener-bener ngerasainnya sendiri, dalam hati berkata : “Ternyata gini rasanya yaa :(”

Ada macem-macem faktor sesungguhnya yang membuat Skripsi itu terasa berat. Pertama ini merupakan tugas akhir. Jadi kalau ini ga selesai, kuliah ibarat gagal.

Ada hal-hal lain juga misalnya tekanan kelompok sebaya (temen satu angkatan yang duluan nyusun), pacar yang udah duluan lulus, ancaman diusir dari rumah kalau ga lulus tahun ini, serta deadline dari TU yang terkadang bikin mahasiswa begadang di siang hari (Artha, 2013).

Kejenuhan, banyak revisi, anas jadi tersangka merupakan hal-hal yang hampir membuat saya frustasi sesungguhnya. Membuat saya berpikir, saya buat kayak ginian untuk apa sih? (kayak ginian = skripsi)

Jawaban normatif dari hati tentunya : Supaya cepat lulus –> cepet dapet kerja –> cepet kaya –> cepet menikah –> cepet punya anak –> cepet punya cucu –> menikmati hari tua –> sakit-sakitan –> lalu mati. Hanya itu?

Dulu waktu TK pengen cepet SD soalnya keren, pake seragam merah putih. Begitu SD pengen banget SMP kayaknya gaul aja punya banyak temen baru. Begitu SMP ga sabar biar cepet SMA, gagah aja kayaknya make celana panjang ke sekolah. Begitu SMA antusias pengen kuliah, sampe akhirnya setengah nyasar di kuliah sekarang. Sekarang udah kuliah, ngebet biar cepet lulus dengan asumsi cepet kerja dan cepet kaya lalu lanjut seperti bagan panah tadi dengan sebuah akhir yaitu mati.

Terus saja muncul pertanyan dibenak : Setelah ini.. lalu apa?

Semacam kepo terhadap kehidupan saya kelak.

Oke kalau semua berjalan lancar, maka hidup saya seperti bagan panah tadi, tapi gimana kalau engga? (kepo lagi)

Sempat berpikir radikal dan kembali bertanya dalam diri : Kalau memang akhirnya harus mati, kenapa saya harus dilahirkan?

Untuk apa sih saya dilahirkan sebenernya? (kepo pake banget)

Terus saja pertanyaan-pertanyaan berat macam itu tadi terlintas dibenak akhir-akhir ini, entah kenapa. Mungkin, sudah ada masanya dimana semakin bertambah umur semakin besar tanggung jawab. Jadi, hal-hal yang tidak terpikirkan waktu masih muda dulu (waktu masih ganteng, sekarang sih tetep) baru muncul sekarang.

Jadi, setelah pertanyaan-pertanyaan aneh tadi mampir dipikiran, saya berusaha untuk mencari jawabannya. Bukan di google kok.. ini jawaban dari hati.. :p

Dikutip dari Hati dalam Artha (2013), berikut hal-hal yang dapat menjawab pertanyaan absurd diatas secara umum :

Membahagiakan Orang Tua dan Keluarga

Menurut saya, semua yang dilakukan sekarang adalah untuk diri sendiri. Bener.. ilmu yang didapet sekarang adalah untuk bekal kita kok. Tapi motivasi bagi saya untuk sukses adalah membuat kedua orang tua bahagia. Entah sudah berapa uang, serta hal-hal lain yang dikorbankan kedua orang tua buat saya sampe sekarang. Membuat beliau dalam hati mengatakan “Kami berdua bangga sama kamu” adalah goal akhir dalam hidup saya. Kalau belum, akan berusaha terus sampai KAPANPUN!

Berguna bagi lingkungan sekitar

Kalau berguna bagi lingkungan sekitar sesungguhnya gampang banget dilakukan. Bisa dimulai dari hal-hal kecil misalnya beliin saya pulsa 5ribu. Hal-hal besar misalnya beliin saya pulsa 100ribu. Hidup dengan berguna bagi lingkungan sekitar banyak banget kok keuntungannya. Apalagi kalo saya beneran dibeliin pulsa. #NiatAmat

*gagal fokus*

Jadi intinya, semasih muda, bisa, dan belum berbahaya mari menjadi berguna baik dikeluarga, dikampus, dikomplek perumahan, dipasar senggol dan dimana pun. Mari menjadi berguna tidak hanya untuk diri sendiri :)

Menginspirasi

Entah kenapa poin yang ketiga ini berasa diawang-awang banget. Yang kebayang malah jamban dan…….. #Yasudahlah

Memang insiprasi kebanyakan datang ketika jongkok di jamban, tapi bukan berarti kita menjadi jamban. Menginspirasi maksudnya memberikan pengaruh terhadap kehidupan banyak orang (yang positif tentunya). Bagi saya, salah satu indikator sukses adalah bisa menginspirasi banyak orang dalam hal apapun dan sekecil apapun. Jadi hidup akan bermakna kalo menginspirasi..

Semoga! :)

Jadi kesimpulannya adalah, saya dilahirkan bukan untuk mati kok. Masih banyak hal yang saya bisa lakukan sebelum saya mati nantinya.

Bener kata orang, hidup itu untuk dinikmati karena hidup itu cuman satu kali, yang dua itu cuma Sarimi *kemudian muncul ayu tingting*

Lakukan hal yang menurut kita benar dan semasih tidak mengganggu hidup orang lain, lanjutkan!

Hidup akan hampa jika hanya mencari kaya, sebab kekayaan tidak dibawa mati. Buatlah hidup bermakna dengan indikator sukses dari diri sendiri. Bahagia itu sederhana, dan embrionya dari kerja keras kita.

My life, my rules!

Semoga menginspirasi sahabat dahsyat, bahwa hidup itu cuma sekali dan sayang jika dilewatkan dengan hal-hal yang mainstream.

SALAM INDOMIE CABE IJO!

*bonus foto unyu

Artha Kecil

“Lelaki Kemayu” dan Hingar Bingarnya di Indonesia

Apa yang terlintas dipikiran kita ketika mendengar kata SMASH ? Bulutangkis, Bola Voli, Tenis, Sepeda Motor atau Kawat Gigi ? Mungkin Istilah SMASH sudah tidak asing ditelinga kita apalagi yang sering nonton pertandingan Bulutangkis atau Voli misalnya, pasti istilah ini sudah layak diALAYkan oleh sahabat-sahabat terdahsyat diseluruh Indonesia. Secara Terminologi (Proses penTERMINALan) SMASH dalam olahraga berarti suatu keadaan dimana pukulan keras menukik tajam untuk memperoleh poin dari lawan atau suatu keadaan dimana kita berjongkok dengan posisi ngeden maksimal dengan sedikit aroma terapi (ini apasih). Kembali ke masalah SMASH, jika akhir-akhir ini mendengar kata tersebut yang terlintas pasti bukan istilah olahraga tapi…… Yak, benar sekali BOY BAND saudara-saudara. Boy Band ? Istilah cowok (kemayu) yang membentuk suatu kelompok untuk bermusik dengan keseluruhan personilnya memegang mic (nyanyi maksudnya). Selain bernyanyi, keseluruhan personilnya juga menari dengan semangat bahkan terkadang hanya bermodal semangat saja dan nekat tentunya. Sangat tertarik membahas fenomena Boy Band ini khususnya di Indonesia. Sebenarnya sih, kalo heboh fenomena Boy Band di Indonesia itu dari jaman Pangeran Diponegoro masih ababil juga udah ada (lebay yang ini). Lihat aja Indra Bekti dulu dengan FBI nya, Trio Libels atau kalo yang luar negeri jaman-jamannya Westlife, Backstreet boys, dan masih banyak lagi yang kemayu lainnya.

Ini dia Penampakannya

Ini dia Penampakannya

Diawal-awal kemunculannya, Boyband yang satu ini sangat banyak mendapatkan cibiran. Tidak hanya cibiran, bahkan ancaman pembunuhan, pemerkosaan, perlakuan tidak menyenangkan, dan penggundulan bulu ketek dengan senjata pemusnah masal. SMASH ketika baru mengepakan kipas bulu keteknya, dianggap sebagai kumpulan lelaki cacingan yang dituding plagiat terhadap Boy Band Korea. Lihat saja video klip pertamanya yang berjudul “Heart You” yang dianggap meniru salah satu video klip Boy Band papan atas korea. Yeeahh, Boy Band dan Korea itu bagai sayur dan garam, keduanya saling melengkapi dan tidak akan terpisahkan sampai maut menjemput. SMASH bisa dikatakan sebagai Pioneer Boyband di Indonesia di era sekarang. Kehadirannya menginspirasi sekitar 250 juta sahabat terdahsyat diseluruh Indonesia untuk ikut juga membuat boyband walaupun yaaa gitu dehh.. (lalala… yeyeyeye..)

Kalo saya sendiri sih ya, liat SMASH pada awal-awal itu cuman ketawa kecil, itupun dikelitikin sama temen. Kenapa ketawa ? Ya, karena buat saya itu menghibur. Kenapa menghibur ? ditengah banyaknya band-band melayu yang juga sempat menjadi trend, kehadiran Boyband bisa dibilang sebagai Oase ditengah padang pasir. Memang sih ya, segala hal yang baru itu pasti kontroversial. Contohnya saya ganteng, nah pasti banyak yang ga setuju gitu, soalnya pada sirik kali yaa.. (Sedikit tidak nyambung dan mari kembali fokus). Kontroversial karena banyak yang terhibur seperti saya, bahkan tidak sedikit juga yang benci dan anti terhadap yang namanya cowok kemayu cacingan (Baca : SMASH). Saya terhibur apakah saya suka ? Jawabannya adalah tidak. Kenapa tidak ? Yah, jawabannya setelah yang mau lewat berikut ini.. *iklan sosis*

Ketidaksukaan saya bukan kepada SMASH ataupun Fenomena Boy band saat ini. Walaupun dapat dikatakan sebagai Pioneer boyband era jukut plecing, kebanyakan boyband Indonesia yang ada sekarang masih berpatokan kepada boyband yang ada di Korea. Dengan, teknik ngeles ala belut sawah, para lelaki kemayu tersebut pasti mengatakan Boy band tersebut (boy band korea) sebagai inspirasi. Yah, dengan sangat berat hati saya bilang kalau boy band Indonesia sekarang adalah (sebagian besar) PLAGIAT. Plagiat disini baik dalam musik, berpakaian, menari (dance istilah kerennya) maupun konsep performance di panggung. Fenomena dan hingar bingar Boyband Korea (K-pop) bukan hanya melanda Indonesia, bahkan seluruh dunia (biar tau aja sih).

Mungkin masyarakat yang anti boyband Indonesia itu juga berpikiran sama seperti saya. Tapi kalo menurut saya, Anti SMASH muncul karena adanya faktor lain. Faktor tersebut adalah “lelaki kemayu” tadi. Mengapa? Kalo di Indonesia sih, cowok-cowok menari, rambut di cat warna durian, pakaian yang dadanya keliatan akan membuat kebanyakan masyarakat berpikir yang macam-macam. Yah, mereka (Baca : SMASH) dianggap sebagai kumpulan lelaki yang sesungguhnya bukan lelaki seutuhnya. Bingung ? saya juga…

Pasti sudah pada taulah ya, hal-hal semacam itu (Lelaki kemayu) masih dianggap sangat tabu di negeri seribu jembatan putus ini. Masyarakat kebanyakan masih belum bisa menerima kemasan hiburan model ini dan membencinya sedemikian rupa. Masalahnya, sentiman anti lelaki kemayu ini menjadi Stigma yang berimbas pada pergaulan dimasyarakat. Maksudnya ? jika seseorang lelaki suka terhadap katakanlah SMASH, lalu kemudian dianggap juga sebagai seorang “lelaki kemayu” tersebut. Sangat tidak fair menurut saya, karena mencintai suatu karya seni adalah se-objektif mungkin. Kemudian, dampaknya adalah bisa saja dikucilkan dari pergaulan yang berakibat pada rontoknya rambut dan kehilangan orientasi arah, kemudian berakibat kemandulan yang sifatnya kronis. Kalau saya sendiri ga mempermasalahkan kemayuan tersebut sih, asal musiknya berkualitas, performance panggung mantap, ga pernah lipsing, dan yang paling penting original.

Namanya juga Fenomena, pasti suatu saat hingar bingar ini akan berakhir dengan sendirinya dan tidak seperti kegantengan saya ini yang tidak akan pernah ada habisnya. Yah, anggap saja Boyband di Indonesia sebagai variasi dari beragam kemasan hiburan yang ada di Indonesia, Walaupun ya gitu deh, dari segi kualitas agak kurang dan keseringan lipsing. Nikmati saja, karena hiburan itu untuk dinikmati, bukan untuk dicibir dan diperdebatkan benar atau salah karena seni itu tak terbatas. Kita mencibir, tapi kalo disuruh ngedance dan nyanyi belum tentu juga bisa se-Kemayu SMASH. Salam Senyum dan Semangat !

Sekian.. Semoga menginspirasi seluruh remaja untuk membuat Boyband :p

Ketika “Kesaktian” Sosial Media di Jemari Pemuda

Kartu pos, kotak pos, perangko serta beragam atribut surat menyurat lainnya dewasa ini sangat jarang kita temui. Ya, jangankan menemukannya, dijalan-jalan pun motor butut ala tukang pos dengan warna khas oranye makin sulit kita temui keberadaanya. Terlebih anak muda, alat komunikasi seperti ini terlihat sangat asing dan terkesan kuno. Sekedar mengingat bagaimana komunikasi dari masa ke masa di Indonesia, masihkah kita mengenal istilah sahabat pena ? Ya, berkomunikasi dengan sahabat yang barangkali tidak kita kenal sebelumnya dengan media surat. Kemudian masih kah kita ingat ketika beberapa waktu lalu telepon seluler begitu “membius” generasi muda Indonesia yang seolah-olah “wajib” hukumnya untuk memiliki telepon seluler. Mungkin dapat dikatakan inilah tonggak dari era komunikasi generasi muda Indonesia masa kini walaupun ketika itu telepon seluler masih menjadi barang yang sangat mewah.

Setelah kita menengok bagaimana komunikasi generasi muda Indonesia beberapa waktu lalu, bagaimana dengan sekarang ?. Tidak bisa dipungkiri lagi sekarang adalah era dari sosial media dimana komunikasi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Asal mempunyai koneksi internet berbubungan dengan seseorang bahkan di luar negeri sekalipun tidak lagi susah seperti dulu dan dengan biaya yang nyaris gratis. Cepat, akses yang mudah dan dengan biaya yang nyaris gratis ini membuat perkembangan sosial media di Indonesia begitu pesat. Terlebih pada generasi muda yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru.

Bahkan tidak hanya satu, sosial media yang ada saat ini jumlahnya sudah sangat banyak dengan beragam fitur serta variasi. Semua seolah-olah berlomba untuk memberikan kenyamanan sesuai dengan kebutuhan para pengguna sosial media. Ya, siapa yang tidak mengenal Facebook, salah satu sosial media yang begitu populer saat ini bahkan Indonesia merupakan salah satu Negara dengan jumlah pengguna Facebook terbesar di dunia. Memang selain dengan alasan komunikasi, banyak generasi muda kita yang menggunakan Facebook tidak hanya sebatas itu, salah satunya terkait juga dengan eksistensi. Ketika menggunakan Facebook dianggap sebagai sarana pergaulan model baru. Model baru ? dulu, bergaul hanya bisa didapatkan ketika kita berkumpul, bercengkrama, dan berinteraksi secara langsung. Namun ketika Facebook begitu populer saat ini, anggapan tersebut tampaknya tidak lagi berlaku. Sambil duduk santai dirumah dengan adanya Facebook bahkan dengan akses melalui telepon seluler bergaul sudah kita dapatkan. Hebat Bukan ? Inilah yang kita sebut sebagai salah satu “kesaktian” dari sosial media.

Belum cukup dengan “kesaktian” Facebook, sosial media lain yang saat ini tidak kalah populer adalah Twitter. Salah satu situs microblogging yang saat ini mulai mendapat tempat dan sangat digandrungi generasi muda. Agak berbeda dengan Facebook, secara umum Twitter lebih cenderung untuk mereka yang memiliki kebutuhan akan akses informasi yang cepat. Keterbatasan Twitter yang paling mencolok jika dibandingkan dengan Facebook adalah setiap “kicauan” hanya dapat memuat 140 karakter. Lalu apa yang membuat Twitter saat ini begitu digandrungi ?. Banyak faktor sesungguhnya yang mempengaruhi salah satunya adalah banyaknya public figure yang juga menggunakan Twitter. Faktor lainnya adalah munculnya akun-akun Twitter anonim yang memuat “kicauan” yang sifatnya menghibur serta menyesuaikan dengan kondisi generasi muda saat ini. Twitter yang semula terlihat sangat membosankan sekarang bahkan menimbulkan adiksi bagi sebagian penggunanya. Ya, kembali lagi, inilah salah “kesaktian” sosial media.

Belum lagi kita mengenal Youtube salah satu sosial media yang berbasis video. Bahkan tidak sedikit public figure yang naik daun melalui media ini. Dengan sifatnya yang terbuka, siapapun dapat mengakses semua video yang sudah diunggah dengan sangat mudah dan dengan biaya nyaris gratis. Siapa yang tidak kenal Briptu Norman atau Shinta dan Jojo yang videonya ditonton lebih dari jutaan pengguna internet di Youtube. Sekarang menjadi terkenal pun tidak susah seperti dulu, dengan modal bahkan hanya kamera telepon seluler saja kreativitas kita sudah mendunia. Sakti bukan ?

Bagi yang hobi berforum siapa yang tidak mengenal Kaskus. Salah satu atau bahkan yang terbesar di Indonesia dengan jumlah pengguna saat ini lebih dari 3 juta. Lalu apa istimewanya Kaskus dibanding sosial media populer lainnya ?. Ya, karena sifatnya diskusi terbuka sangat banyak informasi yang barangkali tidak kita ketahui terungkap disini. Salah satu contohnya adalah ketika motivator tunanetra Ramaditya Adikara yang sempat mengklaim bahwa dirinya adalah pembuat ilustrasi musik pada game-game terkenal didunia dan Kaskus yang mengungkap bahwa itu semua pengakuan sepihak dari Ramaditya. Itu semua didapat dari diskusi dan investigasi Kaskuser (sebutan untuk pengguna Kaskus). Sakti ? Benar, bahkan sosial media pun saat ini dapat digunakan untuk mengungkap sebuah kebenaran.

Masih banyak lagi sesungguhnya sosial media yang dapat kita akses sebut saja media Blog, MySpace, Foursquare, Google plus, Skype dan lain sebagainya. Tentu saja penggunaannya sesuai dengan kebutuhan kita. Lalu dari semua tadi kita dapat menarik benang merah bahwa sosial media saat ini mempunyai “kesaktian” yang luar biasa. Salah satunya adalah mampu mengubah sesuatu yang dulu terlihat sangat susah tetapi kini terlihat sangat mudah. Namun apakah hanya sebatas itu saja fungsi dari sosial media, hanya sebatas pergaulan, ajang mencari eksistensi, atau mencari hiburan saja ?. Jawabannya adalah TIDAK. Bahkan lebih dari itu, Facebook misalnya siapa yang tidak ingat dengan pergerakan “Gerakan 1 juta Facebooker dukung Bibit dan Chandra Hamzah” ketika heboh ketua KPK yang sepertinya mendapat perlakuan yang tidak adil. Aksi pergerakan ini sukses mendapatkan dukungan dari pengguna Facebook bahkan melebihi dari target 1 juta pengguna Facebook. Tidak hanya itu, pergerakan model baru ini sukses mendapatkan simpati masyarakat dengan pemberitaan dari media massa. Ya, mungkin ini hanya salah satu bukti nyata dari “kesaktian” tersebut.

Bayangkan saja ketika “kesaktian” tersebut digunakan untuk hal-hal yang positif bahkan bisa membantu banyak orang, tidak hanya di dunia maya bahkan di dunia nyata. Misalnya saja kita dihadapkan pada kondisi seseorang yang memerlukan pertolongan berupa golongan darah tertentu yang sifatnya sangat darurat. Dengan bantuan sosial media penyampaian informasi akan sangat efektif jika dibandingkan dengan media lainnya. Misalnya lagi ketika dihadapkan pada kondisi bencana alam disuatu daerah yang akses informasi bisa sangat sulit. Dengan sosial media kita bisa berbagi informasi tentang bantuan, jumlah korban, dan apapun itu dengan cepat dan tanpa batas tentunya dengan biaya yang nyaris gratis.

Banyak lagi hal positif yang dapat kita lakukan dengan memanfaatkan “kesaktian” sosial media. Namun, dibalik banyaknya hal positif tersebut sisi negatif dari sosial media bisa dikatakan tidak kalah banyak. Akses tanpa batas membuat segala hal termasuk sesuatu yang memuat konten negatif dapat membuat pengguna sosial media merasa terganggu bahkan bisa saja terjerumus kedalam arus negatif tersebut. Jadi disini peran generasi muda sangatlah penting. Sebagian pengguna sosial media di Indonesia adalah generasi muda. Ketika kita menggunakannya dengan sesuatu yang positif “kesaktian” tersebut akan berfungsi secara maksimal bahkan menjadi hal-hal yang luar biasa. Untuk itu, mari gunakan sosial media secara cerdas, sehat, dan bermartabat sehingga “kesaktian” tadi tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain.

Sejarah, Cerita, Dan Harapan Dari Kepingan Biru Muda

“Ta, ngae gen grup di facebook coba, asane luung tow anggo angkatan rage”

Siapa yang menyangka kata-kata dalam bahasa bali diatas menjadi cikal bakal terbentuknya grup Facebook kita tercinta, yang artinya kira-kira begini “Ta, buat grup di facebook coba, kayaknya bagus tuh buat angkatan kita”. Nah, ada yang tau siapa yang bilang kata-kata tadi?? Betul sekali, dialah Jenky (Wisma Adiputra Si Jenky). Kata – kata yang mungkin sedikit nyeletuk tapi merupakan ide yang sangat cemerlang. Kalau boleh saya analogikan sejarah grup Bimunos seperti teori –teori  adminkes saya golongkan ke 5 W dan  1 H.

Yang pertama Who..?? seperti yang dijelaskan tadi, jenky lah yang punya ide tersebut. Where..?? tempatnya itu dirumahnya Indah (Indah Mawarni Behellia), sedang mengerjakan tugas dan akhirnya ngobrol-ngobrol buat deh. When..?? nah waktu buatnya itu satu hari setelah tanggal ide tersebut tercetuskan, yaitu tepat tanggal 30 Oktober 2009 (saya buatnya diwarnet kalau ga salah). What..?? apa tuw grup bimunos..?? silahkan lyat langsung di deskripsinya ya digrup hehehe. Why..?? nah yang ini yang bisa jawab mungkin kalian-kalian, tapi saya pribadi beranggapan tujuan grup ini adalah untuk menyatukan kepingan biru muda yang terpisah oleh ruang dan waktu (so sweet) . Dan yang terakhir adalah How..?? bagaimana buat grup ini?? Oke, sebenarnya kemampuan saya mengolah Facebook saya dapat secara otodidak, sering buka, sering otak atik, sering coba-coba alhasil jadi mahir sendiri deh, Hehehe. Nah maka dari itu dalam membuat grup ini tidak mengalami hambatan yang signifikan.

Nah kalo boleh cerita nih, dulu saya dan jenky dirumah indah bukan nganggurin (ngapelin) indah lho, ceritanya kan kita lagi buat tugas Pancasila. Ada temen kita yang lain juga, ada Anas (Anastasia Rulita), Hardian (Hardian yudi), Tia (Gusti Aiiu Tia Prawita), Desi (Deshi Hansamuu Desu). Jadi boleh dibilang mereka juga bagian dari sejarah dari grup ini (yang lain jangan ngiri ya) .

INI WAKTU DIRUMAH INDAH, MASIH IMUT-IMUT KAN SEMUA :)
INI WAKTU DIRUMAH INDAH, MASIH IMUT-IMUT KAN SEMUA

Sejarahnya sekian dulu dah ya, lanjut kita flashback tentang fakta-fakta grup kita. Desi (Deshi Hansamuu Desu) adalah member pertama dari grup ini (Desi boleh bangga kok ). Fakta lainnya ada beberapa member bukan dari IKM’09 sendiri, itu bukan saya yang mengundang tapi mereka yang gabung sendiri, tapi tidak masalah bagi saya sebagai admin karena memang sesungguhnya grup ini terbuka untuk semua. Trus dari segi admin awalnya saya bingung kalo mengurus grup ini sendirian, nah saya tunjuk Wahyu (Wahyoe Adhy Prasetya) soalnya dya pinter buat foto, dan ngedit-ngedit foto (salah satu kelemahan saya, Hehehe).

Pertimbangan lain saya memilih admin adalah yang sering online juga macam Cece (Ary Christine), trus yang kreatif kayak Hardian (Hardian Yudi) dan yang laennya juga (capek nyebutin atu atu). Kalo fotonya udah cukup banyak sekitar 107 foto, video ada 4, dan linknya ada 5. Kalo masalah postingan wall kan bisa dilihat sendiri. Memang waktu awal-awal dibuat grup ini banyak yang ngwall, mulai dari selamat hari raya, selamet UTS, nanya tugas, promo kegiatan AKA kita dulu, bahkan akhir-akhir ini banyak digunakan untuk promo dagangan. Kreatif memang saya sendiri ga nyangka grup ini sendiri akhirnya berkembang seperti sekarang ini. Lanjut kalau member dari IKM’09 sendiri sepertinya hampir semua sudah gabung, Hampir karena ada yang baru saya undang, Hehehe. Wiwin (Wiwin Cahyani), sama Vina (Viena Diana). Buat yang lain kalo ada temennya belum diundang mohon dibantu yak, dibantu yak, bin salabin jadi apa pokpokprok . Oh iya hampir lupa dulu pernah Tri (Tri Astuti Pradnyadewi) buat forum diskusi yang judulnya “Antara Arie dan Ary” mungkin karena hanya bisa di buka pake computer, yang ikut jadi dikit, boleh dibaca lagi kok lucu-lucu :D.

PENAMPAKAN GRUP KITA SEKARANG

PENAMPAKAN GRUP KITA SEKARANG (MAAP AGAK BUREM)

Nah yang ini yang paling penting, mungkin banyak diantara kalian yang bertanya siapa sih yang pertama kali deklarator nama BIMUNOS itu sendiri, saya ceritakan sejarah singkatnya ya, dulu nama grup kita yang pertama itu “BIRU MUDA 09” cukup lama juga, namun muncul aja ide dari kepala buat menyingkat atau buat nama biar keren tapi masih nyambung. Pernah terpikir buat bikin nama PHENOLS (Public Health Nol Sembilan). Namun kesannya agak aneh, sebab nyampur bahasa Indonesia sama bahasa inggris. Nah berhubung kita orang Indonesia, bukan juga pujangga yang pandai merangkai kata, muncul seketika nama BIMUNOS (Biru Muda Nol Sembilan) dari segi nama cukup keren lah hahaha. Nah semenjak itu saya ganti nama grup ini menjadi seperti yang diatas tadi yaitu BIMUNOS (Biru Muda Nol Sembilan). Boleh dibilang saya lah yang menjadi deklarator nama BIMUNOS (Biru Muda Nol Sembilan) ga sombong lho.

Lanjut awal dari menyebarnya nama Bimunos didunia nyata versi Arik (Arie Ardy’s) adalah waktu bikin nama band AKA. Nah katanya arik waktu itu kebingungan bikin nama, akhirnya Tri (Tri Astuti Pradnyadewi) bilang namanya bimunos aja. Trus yang lain nanya apa itu bimunos nah mungkin karena namanya keren, trus akhirnya semenjak itu populerlah nama bimunos itu sampai sekarang.

Oke, mungkin cukup fakta-fakta tadi ya (Kalau mau lebih jelas lihat digrupnya langsung dah). Nah sekarang mungkin kesimpulan dari semuanya untuk satu tahun grup kita tercinta. Kalau boleh saya bilang ada 3 momen yang membuat kita bersatu. Yang pertama adalah AKA, entah kenapa dari yang awalnya tidak saling kenal sekarang menjadi kompak seperti sekarang, siapa yang masih ingat kita dagang nasi jinggo demi dapet dana yang pada saat itu krisis banget, funbike, kemudian siapa yang masih inget Wida (Wida Yasmari) menangis waktu rapat terakhir AKA itu.Saya inget banget dia disebelah saya soalnya, Hahaha. Nah mungkin AKA menjadi tonggak kekompakan kita.

INI H-1 FUNBAIK

INGAT MOBIL INI, BERKESAN BANGET.
INGAT MOBIL INI, BERKESAN BANGET.

BALIHO ORIGINAL AKA (NYONGCONG RAME-RAME) MANTAP GAN !

INI SPANDUK YANG KEREN ITU
INI BALIHO YANG KEREN ITU

SPANDUK FUNBAIK

GANTENG-GANTENG KAN ? HAHAHA

GANTENG-GANTENG KAN ? HAHAHA

YUNAITA CRISTIANI DAN JENKY SITOHANG (MC AKA)

ACARA PUNCAK AKA, WARNA-WARNI BANGET

ACARA PUNCAK AKA, WARNA-WARNI BANGET

Momen yang kedua adalah Kemah di songan.Ini juga ga terlupakan banget, kita tidur bersama (kita ? elo aj kale ) maksudnya yang cowok tidur bersma cowok-cowok, yang cewek sama yang cewek, kemudian disini juga terjadi proses dari PDKT yang mungkin sekarang udah jadian, kalian udah tau semua lah.

INI BIMUNOS FULL TEAM

MAAF ADA PENAMPAKAN. HEHEHE

MAAF ADA PENAMPAKAN. HEHEHE

PEMANDANGAN NYA KEREN SEKALAI

PEMANDANGAN NYA KEREN SEKALAI

SEPERTI DI MERAPI INI.. HEHE

INI DI DEPAN SEKOLAH TEMPAT KITA TIDUR

MAU PULANG DAN DETIK DETIK SEBELUM KECELAKAAN :(

Nah momen terakhir adalah Studi banding, bagi saya ini penting karena ini momen pertama kalinya kita jalan-jalan bareng satu angkatan, dan disini PDKT di songan berlanjut menjadi sebuah ikatan cinta. Hahaha (saya engga lho walaupun trus di aet-aetin) .

HOTEL DIJOGJA (NOBAR PIALA DUNIA 2010)

KANGEN KEBERSAMAAN SEPERTI INI

KANGEN KEBERSAMAAN SEPERTI INI

KALO INI DIRUMAH MIRING DUFAN (JAKARTE MPOK )

KALO INI DIRUMAH MIRING DUFAN

ADA YANG LAGI PDKT TUH.. EKHEEEMM.. !!

KOMPAK TERUS GAN

INI BARU NAMANYA STUDI BANDING (DEPAN FKM UI)

INI BARU NAMANYA STUDI BANDING (DEPAN FKM UI)

QUDS HOTEL SURABAYA

CALON - CALON KEPALA RUMAH SAKIT DI BALI. HAHAHA

CALON - CALON KEPALA RUMAH SAKIT DI BALI. HAHAHA

DINNER DI JOGJA (WITH LIVE AKUSTIK)

PALING RAME DAN PALING UNYU

PALING RAME DAN PALING UNYU

Nah harapan saya sebagai seorang pribadi, seorang mantan wakorti, dan sebagai admin grup bimunos adalah mari kita tingkatkan kekompakan kita. Didunia maya kekompakan kita sudah tidak diragukan lagi, ayo dong tingkatkan kekompakan kita di dunia nyata sebagai contoh diatas tadi sebenarnya kita bisa kok, asal ada kemauan dan niat pasti bisa. Nah mumpung deket-deket ini ada pertandingan-pertandingan olahraga itu. Ya datang lah nonton kalau ga bisa ya datang ya mohon doanya aj lah dan support moral. Itu cukup kok sebagai wujud real kekompakan kalian dan saya yakin kita semua bisa, kalau kata pak beye “Bersama Kita Bisa” hohohoho.

Dan pada akhirnya kembali lagi ke grup bahwa grup Bimunos itu milik kalian kok bukan milik saya atau para admin atau milik sekelompok orang. Saya sebagai deklarator hanya memberi fasilitas kalian lah yang mengolah. Jadi pergunakan grup sebaik mungkin jangan dijadikan sebagai forum geje yang ujung-ujungnya ga jelas. Dan akhir kata ijin kan saya memohon maaf apabila tulisan saya ini terdapat salah kata, menyinggung pihak-pihak tertentu, yang tentu saja tidak saya sengaja. Maafkan saya juga kalau tulisan saya bahasanya agak ngawur, ga formal, ga sesuai EYD dimaksudkan supaya kalian ga bosen bacanya . Well, hanya ini yang bisa saya buat untuk 1 tahun grup kita tercinta, saya tidak bisa memberikan kue, traktir pizza dan lainnya (tapi kalo ad yang mau traktir kabarin ya).

Dan saya persembahkan tulisan ini kepada semua temen-temen IKM’09 yang saya cintai dan banggakan. Seperti kata Bung Karno JAS MERAH (jangan sekali melupakan sejarah), maka dari itu semoga secuil cerita sejarah yang saya sampaikan tadi dapat berguna Karena dengan sejarah lah kita dapat berada seperti sekarang ini. Hanya terima kasih yang bisa saya sampaikan kepada semua teman-teman yang sudah aktif digrup yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Sekali lagi dengan kerendahan hati saya ucapkan TERIMA KASIH :).

FOTO KENANGAN KITA 1 TAHUN KEBELAKANG CEKIBROT !

MUNGKIN INI PERTAMA KALINYA KITA DIPERTEMUKAN

MUNGKIN INI PERTAMA KALINYA KITA DIPERTEMUKAN #UNYU

DI SERANGAN NANEM BAKAU (GET HIJAU WITH BIRU MUDA)

TAMPANGNYA MASIH KLASIK SEMUA YA

TAMPANGNYA MASIH KLASIK SEMUA YA

DEMO ANTI MALINGSIA INI WAKTU AWAL-AWAL KULIAH

NURDIN TURUN.. NURDIN TURUUN..

NURDIN TURUN.. NURDIN TURUUN..

TIM FUTSAL BKFK YANG LALU (SEMANGAT TERUS)

GA HANYA COWOK TIM FUTSAL CEWEK KITA JUGA EKSIS

GA HANYA COWOK, TIM FUTSAL CEWEK KITA JUGA EKSIS CYIN..

SEMOGA BISA TERUS KOMPAK YA

MANTAP INI BIMUNOS + SENIOR GUNG OKO

MANTAP INI BIMUNOS + SENIOR GUNG OKO

SELAMAT ULANG TAHUN GRUP BIMUNOS TERCINTA

JAYALAH INDONESIAKU, AJEGLAH BALIKU, HIDUP MAHASISWA, HIDUP IKM

SALAM SEMANGAT BIMUNOS

UNTUK INFO LEBIH LANJUT TENTANG BIMUNOS SILAHKAN KUNJUNGI GRUP KAMI DI FACEBOOK

( KLIK FOTO DIATAS )

ATAU FOLLOW OFFICIAL TWITTER PAGE KAMI : @BIMUNOS

Sekilas Video AKA gan !