Ketika “Kesaktian” Sosial Media di Jemari Pemuda

Kartu pos, kotak pos, perangko serta beragam atribut surat menyurat lainnya dewasa ini sangat jarang kita temui. Ya, jangankan menemukannya, dijalan-jalan pun motor butut ala tukang pos dengan warna khas oranye makin sulit kita temui keberadaanya. Terlebih anak muda, alat komunikasi seperti ini terlihat sangat asing dan terkesan kuno. Sekedar mengingat bagaimana komunikasi dari masa ke masa di Indonesia, masihkah kita mengenal istilah sahabat pena ? Ya, berkomunikasi dengan sahabat yang barangkali tidak kita kenal sebelumnya dengan media surat. Kemudian masih kah kita ingat ketika beberapa waktu lalu telepon seluler begitu “membius” generasi muda Indonesia yang seolah-olah “wajib” hukumnya untuk memiliki telepon seluler. Mungkin dapat dikatakan inilah tonggak dari era komunikasi generasi muda Indonesia masa kini walaupun ketika itu telepon seluler masih menjadi barang yang sangat mewah.

Setelah kita menengok bagaimana komunikasi generasi muda Indonesia beberapa waktu lalu, bagaimana dengan sekarang ?. Tidak bisa dipungkiri lagi sekarang adalah era dari sosial media dimana komunikasi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Asal mempunyai koneksi internet berbubungan dengan seseorang bahkan di luar negeri sekalipun tidak lagi susah seperti dulu dan dengan biaya yang nyaris gratis. Cepat, akses yang mudah dan dengan biaya yang nyaris gratis ini membuat perkembangan sosial media di Indonesia begitu pesat. Terlebih pada generasi muda yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru.

Bahkan tidak hanya satu, sosial media yang ada saat ini jumlahnya sudah sangat banyak dengan beragam fitur serta variasi. Semua seolah-olah berlomba untuk memberikan kenyamanan sesuai dengan kebutuhan para pengguna sosial media. Ya, siapa yang tidak mengenal Facebook, salah satu sosial media yang begitu populer saat ini bahkan Indonesia merupakan salah satu Negara dengan jumlah pengguna Facebook terbesar di dunia. Memang selain dengan alasan komunikasi, banyak generasi muda kita yang menggunakan Facebook tidak hanya sebatas itu, salah satunya terkait juga dengan eksistensi. Ketika menggunakan Facebook dianggap sebagai sarana pergaulan model baru. Model baru ? dulu, bergaul hanya bisa didapatkan ketika kita berkumpul, bercengkrama, dan berinteraksi secara langsung. Namun ketika Facebook begitu populer saat ini, anggapan tersebut tampaknya tidak lagi berlaku. Sambil duduk santai dirumah dengan adanya Facebook bahkan dengan akses melalui telepon seluler bergaul sudah kita dapatkan. Hebat Bukan ? Inilah yang kita sebut sebagai salah satu “kesaktian” dari sosial media.

Belum cukup dengan “kesaktian” Facebook, sosial media lain yang saat ini tidak kalah populer adalah Twitter. Salah satu situs microblogging yang saat ini mulai mendapat tempat dan sangat digandrungi generasi muda. Agak berbeda dengan Facebook, secara umum Twitter lebih cenderung untuk mereka yang memiliki kebutuhan akan akses informasi yang cepat. Keterbatasan Twitter yang paling mencolok jika dibandingkan dengan Facebook adalah setiap “kicauan” hanya dapat memuat 140 karakter. Lalu apa yang membuat Twitter saat ini begitu digandrungi ?. Banyak faktor sesungguhnya yang mempengaruhi salah satunya adalah banyaknya public figure yang juga menggunakan Twitter. Faktor lainnya adalah munculnya akun-akun Twitter anonim yang memuat “kicauan” yang sifatnya menghibur serta menyesuaikan dengan kondisi generasi muda saat ini. Twitter yang semula terlihat sangat membosankan sekarang bahkan menimbulkan adiksi bagi sebagian penggunanya. Ya, kembali lagi, inilah salah “kesaktian” sosial media.

Belum lagi kita mengenal Youtube salah satu sosial media yang berbasis video. Bahkan tidak sedikit public figure yang naik daun melalui media ini. Dengan sifatnya yang terbuka, siapapun dapat mengakses semua video yang sudah diunggah dengan sangat mudah dan dengan biaya nyaris gratis. Siapa yang tidak kenal Briptu Norman atau Shinta dan Jojo yang videonya ditonton lebih dari jutaan pengguna internet di Youtube. Sekarang menjadi terkenal pun tidak susah seperti dulu, dengan modal bahkan hanya kamera telepon seluler saja kreativitas kita sudah mendunia. Sakti bukan ?

Bagi yang hobi berforum siapa yang tidak mengenal Kaskus. Salah satu atau bahkan yang terbesar di Indonesia dengan jumlah pengguna saat ini lebih dari 3 juta. Lalu apa istimewanya Kaskus dibanding sosial media populer lainnya ?. Ya, karena sifatnya diskusi terbuka sangat banyak informasi yang barangkali tidak kita ketahui terungkap disini. Salah satu contohnya adalah ketika motivator tunanetra Ramaditya Adikara yang sempat mengklaim bahwa dirinya adalah pembuat ilustrasi musik pada game-game terkenal didunia dan Kaskus yang mengungkap bahwa itu semua pengakuan sepihak dari Ramaditya. Itu semua didapat dari diskusi dan investigasi Kaskuser (sebutan untuk pengguna Kaskus). Sakti ? Benar, bahkan sosial media pun saat ini dapat digunakan untuk mengungkap sebuah kebenaran.

Masih banyak lagi sesungguhnya sosial media yang dapat kita akses sebut saja media Blog, MySpace, Foursquare, Google plus, Skype dan lain sebagainya. Tentu saja penggunaannya sesuai dengan kebutuhan kita. Lalu dari semua tadi kita dapat menarik benang merah bahwa sosial media saat ini mempunyai “kesaktian” yang luar biasa. Salah satunya adalah mampu mengubah sesuatu yang dulu terlihat sangat susah tetapi kini terlihat sangat mudah. Namun apakah hanya sebatas itu saja fungsi dari sosial media, hanya sebatas pergaulan, ajang mencari eksistensi, atau mencari hiburan saja ?. Jawabannya adalah TIDAK. Bahkan lebih dari itu, Facebook misalnya siapa yang tidak ingat dengan pergerakan “Gerakan 1 juta Facebooker dukung Bibit dan Chandra Hamzah” ketika heboh ketua KPK yang sepertinya mendapat perlakuan yang tidak adil. Aksi pergerakan ini sukses mendapatkan dukungan dari pengguna Facebook bahkan melebihi dari target 1 juta pengguna Facebook. Tidak hanya itu, pergerakan model baru ini sukses mendapatkan simpati masyarakat dengan pemberitaan dari media massa. Ya, mungkin ini hanya salah satu bukti nyata dari “kesaktian” tersebut.

Bayangkan saja ketika “kesaktian” tersebut digunakan untuk hal-hal yang positif bahkan bisa membantu banyak orang, tidak hanya di dunia maya bahkan di dunia nyata. Misalnya saja kita dihadapkan pada kondisi seseorang yang memerlukan pertolongan berupa golongan darah tertentu yang sifatnya sangat darurat. Dengan bantuan sosial media penyampaian informasi akan sangat efektif jika dibandingkan dengan media lainnya. Misalnya lagi ketika dihadapkan pada kondisi bencana alam disuatu daerah yang akses informasi bisa sangat sulit. Dengan sosial media kita bisa berbagi informasi tentang bantuan, jumlah korban, dan apapun itu dengan cepat dan tanpa batas tentunya dengan biaya yang nyaris gratis.

Banyak lagi hal positif yang dapat kita lakukan dengan memanfaatkan “kesaktian” sosial media. Namun, dibalik banyaknya hal positif tersebut sisi negatif dari sosial media bisa dikatakan tidak kalah banyak. Akses tanpa batas membuat segala hal termasuk sesuatu yang memuat konten negatif dapat membuat pengguna sosial media merasa terganggu bahkan bisa saja terjerumus kedalam arus negatif tersebut. Jadi disini peran generasi muda sangatlah penting. Sebagian pengguna sosial media di Indonesia adalah generasi muda. Ketika kita menggunakannya dengan sesuatu yang positif “kesaktian” tersebut akan berfungsi secara maksimal bahkan menjadi hal-hal yang luar biasa. Untuk itu, mari gunakan sosial media secara cerdas, sehat, dan bermartabat sehingga “kesaktian” tadi tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain.

Saya Juga ManUNYUsia

Bingung harus memulai dari mana, tapi akan saya coba mulai dari Indomaret. Jangan bingung dulu, mending sambil baca ini kalian puter lagu 7 icons yang Playboy sambil minum secangkir kuah Indomie rasa soto ayam.

*oke, mari kita fokus*

Kenapa Indomaret ?? tidak IndoJuli, IndoAgustus atau bulan-bulan lainnya, nah Indomaret disini adalah minimarket satu-satunya di Bukian. Kenapa di Bukian ? Yap, tepat hari sabtu 23 Juli 2011 lalu saya yang sedang termenung duduk disela-sela dahsyatnya kentut Saknia dan hebohnya atraksi malam keakraban dari temen-temen 2010 tiba-tiba dicolek oleh sesosok cowok ganteng. “Tha.. ke Indomaret yuk ?” hmmm.. saya sudah curiga pasti si ganteng lagi kelaparan dan saya benar. Singkat cerita seperti yang juga saya sudah duga, pulang dari Indomaret tidak lupa mampir di dagang bakso depan pasar Payangan. Yah, lumayan lah mumpung ditraktir, cukup untuk menghangatkan badan yang yunomisowel lah dinginnya disana 11-12 sama kulkas waserda. Lanjut balik ke camp, barang bawaan cukup banyak. Banyak yang nitip pula dan yah.. mumpung masih lapar juga, saya sikat itu cemilan, mulai dari chitato sampe minuman bersoda sebut saja cocacola habis juga beberapa teguk. Rencananya sih makannya sambil nonton Timnas Indonesia yang kebetulan saat itu lagi main lawan Truk Mie Instan. Well, kita juga sih yang salah, yang lain diluar kita malah nganget dikamar *muup eaaapzz ceemua*

Oke, tiba-tiba ada sesosok wajah yang sepertinya kenal menggedor pintu kamar kami. Dengan suara yang dalam bahasa jermannya “saru gremeng” sosok unyu tersebut berkata

“Temen-temen kluar je.. kita yanh #$#%^$^ %& **&!^*!^ ga enak &^&^&##@!$!%”

hmmm.. mulai mencoba untuk mengambil kamus alien..

*hening*

Setelah beberapa saat baru kami mengerti ternyata sosok tersebut meminta kami untuk keluar kamar. Mau tahu sosok tersebut ? Yaah, sementara rahasia dulu samapai Titanic II rilis dipasaran. Saya dan kawan-kawan akhirnya kembali menikmati dinginnya bukian sembari menonton atraksi temen-temen 2010 yang menurut saya semuanya unyu dan kreatif. Lumayan lah malem-malem dapet hiburan, gratis pula. Eh, iya makasi juga buat jenky atas bisikan setannya sehingga saya kena gosip ala lenong selama kemah 2x berturut-turut. Sumpah, kalo tahun depan saya digosipin lagi mau nuntut ke Panitia buat dapet piring cantik pokoknya (–___–)

Klimaksnya ketika kakak-kakak Ganteng dari 2008 kembali dengan aksi spontanitasnya. Sempet ngakak juga saya dari kejauhan. Kalau dibanding AKA yang ini lebih asik sepertinya dengan sentuhan acapela bero yang terdistorsi oleh alunan gitar didit yang unyu. Huaaah.. seandainya bayar pun saya mau deh, memang menghibur banget itu kakak-kakak ganteng atraksinya. Dan ketika mengakhiri aksi tiba-tiba siapa itu saya lupa pokoknya dari jauh kita disuru ngambil selendang atau syal ke tas masing-masing. Masak iya main petak umpet malem-malem sempet mikir gitu juga. Yah, saya juga ngambil lah tanpa pikir panjang, siapa tau disuru ngambil undian dan dapetnya Indomie goreng, kan lumayan buat sarapan besok paginya. Cus, dan kita disuru melingkar sambil mata ditutup selendang yang kita ambil. Sebelum melingkar dan udah dari sebelumnya sih nih perut kayaknya seperti ada yang menggedor-gedor. Astaga, ini bakso depan pasar sepertinya pelaku utamanya. Kampret !! ga asik banget kayaknya malem renungan berujung disudut pustu. Mencoba memikirkan air sungai yang mengalir tenang agar perut ini berhenti menggedor. Sempet curhat dadakan juga sama koming dan ia menyarankan agar saya ke WC segera. Wajarlah, dari pada nantinya dia yang repot membersihkan seonggok emas murni yang berceceran. Mencoba bertahan tapi ku tak bisa. Aaahhh, sepertinya mau keluar nih. Spontan saya angkat tangan dan bilang “Permisi, mau ke WC” kalau ga salah didit yang nyamperin saya sambil menyorotkan senter ke wajah saya lalu berkata “Nah kejep gen kok, tahan malu”. Hmmmm sempet mikir dan okelah kayaknya sih masih bisa ditahan dan terbukti sih sampai akhir acara tutup mata si emas murni tak jua menampakan batang hidungnya.

Singkat cerita semua sudah bubar dan nampaknya ada momen lebaran mini yang semua pada maaf-maafan. Jujur momen tersebut menurut saya bisa dibilang SuperKlimaks dari acara malam api unyu. Walau semua tampak uyuk-uyuk dan saling tebal menebali jaket, semua berjalan lancar sepertinya. Penasaran dengan nasib emas murni ?? Yap, akhirnya jebol juga. Tepat pukul 23.00 waktu bukian, setelah mengantre sepanjang 2 kilometer dengan peserta dan panitia yang baris menunggu giliran pipis, akhirnya kebagian lahan juga buat jongkok. Fiuuuh… lega bercampur gembira. Walau diluar lagi ada rapat evaluasi yang penting sang emas murni bisa keluar dari peraduannya dengan selamat sentosa.

*anyway kalau capek baca boleh kok puter ulang lagi lagu 7 icons nya atau isi ulang kuah indomienya*

Mungkin kisah sesungguhnya berawal dari sini. Ya, entah mimpi apa saya malam sebelumnya padahal tidur hanya ditemani mp3 ngoroknya wahyu serta sesahutan kentut yang sangat padu mengalun damai disela-sela mepetnya jarak tidur kami. Sempet nimbrung juga rapat sebentar dan tiba-tiba sosok ganteng lainnya memanggil nama saya yang ternyata adalah didit, benar yang menyuruh saya menahan emas murni tadi. “Artha Dimana ??” Buset, ini apalagi ada yang nyari malem-malem, cicilan panci juga perasaan sudah lunas. Langsung seketika saya melompat ala kungfu china “Kenapa Bro ??” diluar pustu tempat kami rapat tampak gaduh. Ini kenapa lagi ribut perasaan kongser saya masih lama dan kayaknya ga selarut ini. Sampai diluar ada sesosok cewek pakai baju medical digotong rame-rame ke mobil. Tampak kepanikan dimana-mana, sumpah saya ga tau apa-apa juga ikut panik. Disuruh masuk ke mobil dan langsung ditanyai Puskesmas. Yaelah, jam segini puskesmas hantunya juga lagi kelayapan. Oke pertanyaan kedua. Dokter praktek?? Hmmm.. kayaknya tau deh. Kita berenam di mobil waktu itu langsung cabut dan masih mikir ini kenapa ya peserta. Lihat kebelakang *nelen ludah* si aris udah merem sambil nafas tersengal-sengal. Ebuset, langsung deh sempet bilang mending ke UGD aja, udah butuh bantuan medis banget sepertinya. Diluar mobil tampak temen-temen juga pada riuh mirip suasana percakapan pasar badung di pagi hari. Terlihat sebelum mobil dinyalakan sang sopir (sebut saja aling) sempat berdoa sejenak. Saya pun berusaha tenang sembari membayangkan tidak ada sosok putih dengan punggung berlubang mencegat perjalanan kami. Di mobil saat itu ada 3 orang paniker, 1 orang professional, 1 pasien unyu dan 1 orang meweker. Siapa saja mereka?? Nanti akan saya jelaskan setelah justin bieber duet dengan irfan bachdim.

*abaikan* *kembali fokus*

Jam waktu itu kurang lebih pukul 12 malam waktu bukian. Saya didepan bersama supir, dibelakang saya ada kacip dan gek diah sebagai sie kesehatan dadakan. Dibelakangnya lagi nyelip 1 orang kompor (nama aslinya wisma nama jeleknya jenky) yang tiba-tiba tangannya penuh minyak. *Grreeennggg…!!* mobil pun jalan. Pertengahan  jalan ada plang dokter praktek dengan lampu depan rumah gelap gulita semenjana. Nampak Pasek & Andi yang membututi kami dari belakang menggedor-gedor itu pagar rumah dokter praktek. Dengan harapan sosok berjas putih yang keluar adalah manusia lulusan Fakultas Kedokteran bukan utusan kuburan sebelah. “dor-dor.. door-dorr” “Permisii..” tak jua mendapatkan respon, daripada nunggu dokter yang kemungkinan sedang liburan di Namibia, sigap sang sopir lalu berkata “Oke, kita ke UGD” *Grreeennggg…!!* mulai saat suara itu, kecepatan mobil memang luar biasa, serasa balap F1 atau kecepatannya mirip mobil di jalan tol. Sang sopir juga bercerita (setengah curhat sebenarnya) bahwa KUDA ini punya didit yang nota bene sang pemilik namun ga berani naikinnya. *owh..* *mencoba mengerti* baiklah pemilik aja ga berani bagaimana temennya coba..

*mencoba tenang tingkat luar angkasa*

Mungkin percik-percik kepanikan sudah dimulai dari sini. Aling yang kebetulan disini berperan sebagai supir bertanya kepada saya. IYA KEPADA SAYA!! “Mana ini buat nyalain lampu ratingnya ??” Sempet bingung, sempet pengen searching di google juga. Aah, beruntung sang princess kacip sepertinya tau masalah permobilan. “itu tombol nya diatas tombol AC” kata kacip. “yang ini cip?” sembari saya sorot pake lampu di HP.

Masih dengan sibuknya gek diah memantau denyut nadi dan nafas, Aris yang nampak masih merem dan sesek. Disela percakapan nampak jendela mobil disebelah saya ini masih terbuka sebagian. Kasian juga nih angin sepoi-sepoi masuk ke mobil kuda yang bawa pasien. Reflek saya mencari tombol atau apalah namanya supaya itu jendela mobil bisa tertutup. Sempet lama meraba-raba. Ini mana pake naikin yak mana gelap juga itu dimobil. Sempet bertanya tapi pejelasan yang diberikan nampaknya harus membuat saya remidi untuk semester depan. Panik bercampur frustasi akhirnya tangan kiri saya pakai sebagai penutup jendela mobil. SUMPAH ini adegan terkonyol yang pernah saya lakukan sabagai manusia setelah waktu SD pernah pup dicelana. (T__T)

Rencananya kami pada saat itu akan menuju RS. Gianyar yang katanya jauh. Walaupun saya dari Gianyar, ga ada bayangan sama sekali dimana itu rumah sakit. Masih dengan kecepatan ala Fernando Alonso, sempet malaikat pencabut nyawa sudah berada di dalam mobil sepertinya ketika ada TRUK yang lebarnya kurang lebih 10x Pretty Asmara berpapasan dengan kami. Beruntung saya punya supir yang cager (kayaknya) akhirnya walaupun ngebut lolos juga kami dari arit maut sang malaikat.

*yang lagu 7 iconnya udah abis boleh diganti pake lagu Josh Groban yang You Raise me up sebab momen unyu akan segera dimulai*

Mungkin setelah tutupnya puskesmas Payangan dan dokter praktek yang sedang liburan di Namibia, saya jadi bingung dengan fungsi saya di mobil sebenernya sebagai apa. Apakah sebagai duta unyu nasional atau Finalis 10 Besar bayi sehat tahun 1995 versi majalah bobo. Aahhh.. sudahlah, karena bingung sendiri mungkin saya memberanikan diri untuk mendeklarasikan diri sebagai NAVIGATOR. Iya, Navigator layaknya reli kelas dunia yang pada intinya mengingatkan supir kalau ada jalan yang lubang atau anjing yang lewat, HANYA ITU. Masalah jalan, sumpe deh ini mirip balepan nascar di PS 1 yang saya sendiri ga tau semua ini akan berakhir dimana. Yah, lebih baik sebenernya daripada hanya bengong memikirkan betapa imutnya diri saya.

Masih dengan sibuknya gek diah menyemprotkan oksigen yang mirip baygon semprot itu ke mulut aris yang masih tanpa respon sepertinya. Kacip mencoba untuk menyadarkan aris, jenky yang dengan unyu nya memijat-mijat kaki aris, aling yang sibuk dengan setirnya dan sesekali mamantau dan mengingatkan gek diah tentang perkembangan aris. SAYA ??? Ya, hanya mengingatkan supir jikalau ada lubang dan anjing lewat (T__T)

Masih dengan kencengnya lari kuda, bahkan di tikungan pun serasa naik roller koster ala Dufan. Sampai hape aling bergeser kekiri dan kekanan saya hanya bengong entah dimana jiwa saya pada saat itu. Panik, gemeter, dingin semua mengunyu menjadi satu. Saya yakin semua yang dimobil pada saat itu panik. Ya, bahkan sangat panik. Namun mencoba tenang termasuk saya. Sampai kira-kira kami sampai didaerah Ubud. Gek diah yang sebelumnya dapet telpon-telponan (sama senior KSR kayaknya) mengucapkan kata yang mungkin bisa membuat kami dimobil sekonyong-konyong lemes seperti habis ujian ketauan nyontek. Dengan santai gek diah berkata

“temen-temen nadinya ga ada..” Kacip menimpali dengan bilang “nafasnya ga ada.!!”

JLEB!!  Iya, disinilah momen unyu tersebut dimulai. Entah roh kuburan mana yang masuk ke tubuh saya, rasanya nyesek banget. Reflek air mata saya walupun ga deres netes juga. Sempet berpikir sebentar, inikah yang namanya nangis ?? sebab momen ini terakhir saya rasakan ketika saya baru dilahirkan di dunia ini. Ga cuman saya aja, suasana dimobil saat itu sontak menggelinjang versi suram. Kacip mencoba menepuk-nepuk pipi aris dan memanggil-manggil namanya, gek diah yang mencoba memberi nafas buatan tapi mulutnya ga kebuka juga, jenky berusaha berdoa walaupun sebenarnya dia shock juga itu. Aling berusaha menenangkan saya sambil terus memacu kudanya didit agar lekas sampai tujuan. SAYAA???? Ya, hanya mewek dan dalam hati berdoa supaya tidak terjadi hal terburuk. Nah, disini mungkin sudah bisa terjawab siapa siapa 1 profesional, 1 pasien unyu, 3 panikers dan 1 meweker sebelum justin bieber dan irfan bachdim duet.

Rencana ke RS gianyar sebenarnya dibatalkan sebab kacip yang pada saat itu mungkin sudah petunjuk yang diatas, inget ada UGD 24 jam di Mas Ubud. Oke semua fokus agar cepat sampai masih dengan kepanikan unyu ala kami dan aris yang masih tanpa nafas dan denyut nadi. Disinilah hikmah ngebut dan saya secara pribadi mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Gianyar. Kenapa?? Karena berkat ngebutnya aling dengan kudanya serta paping di ubud yang tiba-tiba nongol (kalau pernah ke ubud pasti tau) *Cedduggg*  spontan aris tersedak dan kembali bernafas walau tersengal sengal. Kacip dan jenky tampak berteriak menyuruh aling untuk segera sampai karena tiap ditanya selalu bilang “Udah deket kok” tapi belum juga tiba. Sempet kesel juga sih rasanya pengen ngejambak rambutnya saking gregetan ini UGD dimana yak. Akhirnya setelah melewati 99 rintangan serta 72 siluman, rombongan The Unyu Bukian Rescue (saya pribadi menyebutnya demikian) dan dengan gaya menikung ala film fast furious sampai juga didepan UGD (Unyu Gawat Darurat). Suasana disana tampak sepi. Sempet mendengar ada suara *Cedduaarr* astaga ini nabrak apa lagi coba sang kuda. Ahhh, sudah lah itu urusan belakangan. Segera klakson mobil dibunyikan

*pooooommm* *pommm…pommm*

Sempet curiga juga ini petugas kok ga ada yang nongol, jangan-jangan lagi main monopoli itu petugas didalam saking asiknya. Akhirnya muncul sosok bapak-bapak yang keluar membawa tempat tidur yang bisa didorong (entah apa namanya saya lupa). Sontak saya keluar mobil membantu menggotong aris. Badannya dingin & lemes banget. Nafasnya masih tersengal-sengal, segera deh disamperin sama dokternya. Dengan sigap ibu dokter memberikan oksigen dengan tabung yang mirip tabung elpiji raksasa. Sampai disini ada perasaan lega. Kewajiban kami sebagai The Unyu Bukian Rescue sudah selesai dan sekarang tinggal tugas ibu dokter dan perawat-perawat disana deh. Sambil harap-harap cemas dan berkordinasi dengan temen-temen di camp akhirnya aris siuman juga walau masih pake selang oksigen. Lega.. dan ingin rasanya kami berlima melakukan selebrasi layaknya Irfan Bachdim yang menjebol gawang Malaysia. Tapi ya sudahlah, ga enak juga sama perawat-perawat disana yang cantik-cantik. Momen unyu yang kedua pun dimulai. Entah roh dari mana lagi merasuk ke dalam tubuh saya. Sendirian saya duduk di lobi UGD sambil mewek lagi. IYA MEWEK !!(Lagi). Jenky tampak berusaha menghibur, saya hargai lah walaupun sesungguhnya saya sangat tidak terhibur sama sekali. Sadar dengan dropnya jiwa raga saya, aling mengajak saya untuk keluar beli minum. Dengan mata yang merah semerah jersey MU saya berjalan keluar dengan lunglai sebenernya namun berusaha tegar. Disodorkannya sebotol aqua botol ukuran besar. Kebetulan pada saat itu juga saya sedang haus, lumayan lah kurang lebih 8 teguk saya minum itu air. Buat yang nanya kenapa saya mewek lagi, saya juga bingung. Mungkin karena lega yang sifatnya kronis jadi emosi meluap juga kayak Indonesia menang 4-3 lawan Truk Mie Instan Kemarin.

Singkat cerita, kami pun nyamperin aris yang dalam kondisi setengah sadar. Gek diah ngurut-ngurut kakinya yang sepertinya professional banget dalam hal pijat-memijat. Sesekali saya sampaikan kesalutan saya atas ketenangan Gek Diah. Yaaah.. gek diah pun dengan polos menjawab “Untung dirimu panik artha, jadinya gek bisa tenang” Apaaa??? Yaah, bersyukur juga saya panik, jadinya ada temen lain yang berusaha tenang. Aling pun nyeletuk “Tadi artha nangis lho ris” sontak aris yang sepertinya sudah agak sadar  dan tidak salah lagi, dia TERTAWA.. benar TERTAWA!!

*Jlebb*

 Tiba-tiba jadi pengen masukin itu air nata yang udah netes. Tapi ya sudah lah semua sudah terjadi yang penting sang pasien sudah sadar dan yang paling utama Arya boy ga masuk penjara aja. Ga lucu juga kalau tiap minggu kita ke Krobokan bawa buah buat jenguk beliau. Dan malam itupun kami bermalam di UGD. Sempet ditraktir chitato juga sama jenky yang mungkin lapar dini hari juga menyebabkan apapun terlihat enak.

*karena ceritanya sudah akan saya akhiri, silahkan matikan lagu josh groban nya dan mulai merenung*

Banyak sekali sebenarnya pelajaran yang bisa diambil dari banyaknya momen tadi. Poin penting pertama adalah kita tidak dapat hidup sendiri. Saya pun yang awalnya merasa sangat tidak berguna disana setelah sharing dengan yang lain jadi merasa berbeda. Benar jika kami dianalogikan dalam sebuah tim maka setiap anggota pasti punya tanggung jawab, kapasitas, dan keahlian masing-masing sekecil apapun itu. Pelajaran yang kedua adalah air mata. Kenapa? Jujur, air mata yang saya keluarkan ini amat sangat berguna dalam proses pematangan emosi saya. Dibalik hobi saya yang sehari-hari ngebanyol ada sisi lain yaitu jiwa yang rapuh didalamnya. Yap, semua adalah proses, yang instan dan enak di dunia ini hanyalah Indomie. So, mulai dari sekarang marilah kita menghargai proses. Entah itu memalukan sekalipun. Poin ketiga adalah jangan Panik. segawat apapun kondisi yang kita hadapi jika kita panik karena itu justru akan menjadi blunder ditengah musibah yang kita hadapi. Poin terakhir adalah janganlah beli bakso dimalam hari, apalagi sambelnya banyak, karena akan berbahaya bagi perut kita.

Mungkin sekian yang dapat kisah yang bisa saya bagi kepada temen-temen. Banyaknya kata “Panik” yang saya tulis tidak ada hubungannya sama sekali dengan salah satu merk clothingan ternama di Bali ataupun bentuk sponsorship terselubung. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan. Tidak ada maksud untuk melecehkan atau merendahkan siapapun dalam hal ini. Intinya disini saya hanya berbagi. Semoga apa yang saya bagi kali ini dapat bermanfaat.

Sekali lagi Saya Juga ManUNYUsia

Sekian~

SALAM UNYU

Artha Kusuma

NB : Saya menulis ini dalam kapasitas saya sebagai manusia biasa. Bukan sebagai pengurus HMKM, Panitia kemah, Warga bukian, korban sinetron ataupun ketua Genk unyu-unyu. Itu semua tadi adalah momen nyata yang saya beri sentuhan Hiperbola dengan analogi komedi. Pihak-pihak yang terlibat dalam tulisan kalaupun ada yang kurang berkenan & tidak setuju dengan tulisan saya silahkan hubungi saya dan akan saya revisi bahkan saya akan tarik lagi dari peredaran jika perlu. Saya sudah sangat berusaha untuk membuat tulisan ini se-objektif mungkin dari sudut pandang saya sebagai manusia biasa. Semoga berkenan. Terimakasih.

Sejarah, Cerita, Dan Harapan Dari Kepingan Biru Muda

“Ta, ngae gen grup di facebook coba, asane luung tow anggo angkatan rage”

Siapa yang menyangka kata-kata dalam bahasa bali diatas menjadi cikal bakal terbentuknya grup Facebook kita tercinta, yang artinya kira-kira begini “Ta, buat grup di facebook coba, kayaknya bagus tuh buat angkatan kita”. Nah, ada yang tau siapa yang bilang kata-kata tadi?? Betul sekali, dialah Jenky (Wisma Adiputra Si Jenky). Kata – kata yang mungkin sedikit nyeletuk tapi merupakan ide yang sangat cemerlang. Kalau boleh saya analogikan sejarah grup Bimunos seperti teori –teori  adminkes saya golongkan ke 5 W dan  1 H.

Yang pertama Who..?? seperti yang dijelaskan tadi, jenky lah yang punya ide tersebut. Where..?? tempatnya itu dirumahnya Indah (Indah Mawarni Behellia), sedang mengerjakan tugas dan akhirnya ngobrol-ngobrol buat deh. When..?? nah waktu buatnya itu satu hari setelah tanggal ide tersebut tercetuskan, yaitu tepat tanggal 30 Oktober 2009 (saya buatnya diwarnet kalau ga salah). What..?? apa tuw grup bimunos..?? silahkan lyat langsung di deskripsinya ya digrup hehehe. Why..?? nah yang ini yang bisa jawab mungkin kalian-kalian, tapi saya pribadi beranggapan tujuan grup ini adalah untuk menyatukan kepingan biru muda yang terpisah oleh ruang dan waktu (so sweet) . Dan yang terakhir adalah How..?? bagaimana buat grup ini?? Oke, sebenarnya kemampuan saya mengolah Facebook saya dapat secara otodidak, sering buka, sering otak atik, sering coba-coba alhasil jadi mahir sendiri deh, Hehehe. Nah maka dari itu dalam membuat grup ini tidak mengalami hambatan yang signifikan.

Nah kalo boleh cerita nih, dulu saya dan jenky dirumah indah bukan nganggurin (ngapelin) indah lho, ceritanya kan kita lagi buat tugas Pancasila. Ada temen kita yang lain juga, ada Anas (Anastasia Rulita), Hardian (Hardian yudi), Tia (Gusti Aiiu Tia Prawita), Desi (Deshi Hansamuu Desu). Jadi boleh dibilang mereka juga bagian dari sejarah dari grup ini (yang lain jangan ngiri ya) .

INI WAKTU DIRUMAH INDAH, MASIH IMUT-IMUT KAN SEMUA :)
INI WAKTU DIRUMAH INDAH, MASIH IMUT-IMUT KAN SEMUA

Sejarahnya sekian dulu dah ya, lanjut kita flashback tentang fakta-fakta grup kita. Desi (Deshi Hansamuu Desu) adalah member pertama dari grup ini (Desi boleh bangga kok ). Fakta lainnya ada beberapa member bukan dari IKM’09 sendiri, itu bukan saya yang mengundang tapi mereka yang gabung sendiri, tapi tidak masalah bagi saya sebagai admin karena memang sesungguhnya grup ini terbuka untuk semua. Trus dari segi admin awalnya saya bingung kalo mengurus grup ini sendirian, nah saya tunjuk Wahyu (Wahyoe Adhy Prasetya) soalnya dya pinter buat foto, dan ngedit-ngedit foto (salah satu kelemahan saya, Hehehe).

Pertimbangan lain saya memilih admin adalah yang sering online juga macam Cece (Ary Christine), trus yang kreatif kayak Hardian (Hardian Yudi) dan yang laennya juga (capek nyebutin atu atu). Kalo fotonya udah cukup banyak sekitar 107 foto, video ada 4, dan linknya ada 5. Kalo masalah postingan wall kan bisa dilihat sendiri. Memang waktu awal-awal dibuat grup ini banyak yang ngwall, mulai dari selamat hari raya, selamet UTS, nanya tugas, promo kegiatan AKA kita dulu, bahkan akhir-akhir ini banyak digunakan untuk promo dagangan. Kreatif memang saya sendiri ga nyangka grup ini sendiri akhirnya berkembang seperti sekarang ini. Lanjut kalau member dari IKM’09 sendiri sepertinya hampir semua sudah gabung, Hampir karena ada yang baru saya undang, Hehehe. Wiwin (Wiwin Cahyani), sama Vina (Viena Diana). Buat yang lain kalo ada temennya belum diundang mohon dibantu yak, dibantu yak, bin salabin jadi apa pokpokprok . Oh iya hampir lupa dulu pernah Tri (Tri Astuti Pradnyadewi) buat forum diskusi yang judulnya “Antara Arie dan Ary” mungkin karena hanya bisa di buka pake computer, yang ikut jadi dikit, boleh dibaca lagi kok lucu-lucu :D.

PENAMPAKAN GRUP KITA SEKARANG

PENAMPAKAN GRUP KITA SEKARANG (MAAP AGAK BUREM)

Nah yang ini yang paling penting, mungkin banyak diantara kalian yang bertanya siapa sih yang pertama kali deklarator nama BIMUNOS itu sendiri, saya ceritakan sejarah singkatnya ya, dulu nama grup kita yang pertama itu “BIRU MUDA 09” cukup lama juga, namun muncul aja ide dari kepala buat menyingkat atau buat nama biar keren tapi masih nyambung. Pernah terpikir buat bikin nama PHENOLS (Public Health Nol Sembilan). Namun kesannya agak aneh, sebab nyampur bahasa Indonesia sama bahasa inggris. Nah berhubung kita orang Indonesia, bukan juga pujangga yang pandai merangkai kata, muncul seketika nama BIMUNOS (Biru Muda Nol Sembilan) dari segi nama cukup keren lah hahaha. Nah semenjak itu saya ganti nama grup ini menjadi seperti yang diatas tadi yaitu BIMUNOS (Biru Muda Nol Sembilan). Boleh dibilang saya lah yang menjadi deklarator nama BIMUNOS (Biru Muda Nol Sembilan) ga sombong lho.

Lanjut awal dari menyebarnya nama Bimunos didunia nyata versi Arik (Arie Ardy’s) adalah waktu bikin nama band AKA. Nah katanya arik waktu itu kebingungan bikin nama, akhirnya Tri (Tri Astuti Pradnyadewi) bilang namanya bimunos aja. Trus yang lain nanya apa itu bimunos nah mungkin karena namanya keren, trus akhirnya semenjak itu populerlah nama bimunos itu sampai sekarang.

Oke, mungkin cukup fakta-fakta tadi ya (Kalau mau lebih jelas lihat digrupnya langsung dah). Nah sekarang mungkin kesimpulan dari semuanya untuk satu tahun grup kita tercinta. Kalau boleh saya bilang ada 3 momen yang membuat kita bersatu. Yang pertama adalah AKA, entah kenapa dari yang awalnya tidak saling kenal sekarang menjadi kompak seperti sekarang, siapa yang masih ingat kita dagang nasi jinggo demi dapet dana yang pada saat itu krisis banget, funbike, kemudian siapa yang masih inget Wida (Wida Yasmari) menangis waktu rapat terakhir AKA itu.Saya inget banget dia disebelah saya soalnya, Hahaha. Nah mungkin AKA menjadi tonggak kekompakan kita.

INI H-1 FUNBAIK

INGAT MOBIL INI, BERKESAN BANGET.
INGAT MOBIL INI, BERKESAN BANGET.

BALIHO ORIGINAL AKA (NYONGCONG RAME-RAME) MANTAP GAN !

INI SPANDUK YANG KEREN ITU
INI BALIHO YANG KEREN ITU

SPANDUK FUNBAIK

GANTENG-GANTENG KAN ? HAHAHA

GANTENG-GANTENG KAN ? HAHAHA

YUNAITA CRISTIANI DAN JENKY SITOHANG (MC AKA)

ACARA PUNCAK AKA, WARNA-WARNI BANGET

ACARA PUNCAK AKA, WARNA-WARNI BANGET

Momen yang kedua adalah Kemah di songan.Ini juga ga terlupakan banget, kita tidur bersama (kita ? elo aj kale ) maksudnya yang cowok tidur bersma cowok-cowok, yang cewek sama yang cewek, kemudian disini juga terjadi proses dari PDKT yang mungkin sekarang udah jadian, kalian udah tau semua lah.

INI BIMUNOS FULL TEAM

MAAF ADA PENAMPAKAN. HEHEHE

MAAF ADA PENAMPAKAN. HEHEHE

PEMANDANGAN NYA KEREN SEKALAI

PEMANDANGAN NYA KEREN SEKALAI

SEPERTI DI MERAPI INI.. HEHE

INI DI DEPAN SEKOLAH TEMPAT KITA TIDUR

MAU PULANG DAN DETIK DETIK SEBELUM KECELAKAAN :(

Nah momen terakhir adalah Studi banding, bagi saya ini penting karena ini momen pertama kalinya kita jalan-jalan bareng satu angkatan, dan disini PDKT di songan berlanjut menjadi sebuah ikatan cinta. Hahaha (saya engga lho walaupun trus di aet-aetin) .

HOTEL DIJOGJA (NOBAR PIALA DUNIA 2010)

KANGEN KEBERSAMAAN SEPERTI INI

KANGEN KEBERSAMAAN SEPERTI INI

KALO INI DIRUMAH MIRING DUFAN (JAKARTE MPOK )

KALO INI DIRUMAH MIRING DUFAN

ADA YANG LAGI PDKT TUH.. EKHEEEMM.. !!

KOMPAK TERUS GAN

INI BARU NAMANYA STUDI BANDING (DEPAN FKM UI)

INI BARU NAMANYA STUDI BANDING (DEPAN FKM UI)

QUDS HOTEL SURABAYA

CALON - CALON KEPALA RUMAH SAKIT DI BALI. HAHAHA

CALON - CALON KEPALA RUMAH SAKIT DI BALI. HAHAHA

DINNER DI JOGJA (WITH LIVE AKUSTIK)

PALING RAME DAN PALING UNYU

PALING RAME DAN PALING UNYU

Nah harapan saya sebagai seorang pribadi, seorang mantan wakorti, dan sebagai admin grup bimunos adalah mari kita tingkatkan kekompakan kita. Didunia maya kekompakan kita sudah tidak diragukan lagi, ayo dong tingkatkan kekompakan kita di dunia nyata sebagai contoh diatas tadi sebenarnya kita bisa kok, asal ada kemauan dan niat pasti bisa. Nah mumpung deket-deket ini ada pertandingan-pertandingan olahraga itu. Ya datang lah nonton kalau ga bisa ya datang ya mohon doanya aj lah dan support moral. Itu cukup kok sebagai wujud real kekompakan kalian dan saya yakin kita semua bisa, kalau kata pak beye “Bersama Kita Bisa” hohohoho.

Dan pada akhirnya kembali lagi ke grup bahwa grup Bimunos itu milik kalian kok bukan milik saya atau para admin atau milik sekelompok orang. Saya sebagai deklarator hanya memberi fasilitas kalian lah yang mengolah. Jadi pergunakan grup sebaik mungkin jangan dijadikan sebagai forum geje yang ujung-ujungnya ga jelas. Dan akhir kata ijin kan saya memohon maaf apabila tulisan saya ini terdapat salah kata, menyinggung pihak-pihak tertentu, yang tentu saja tidak saya sengaja. Maafkan saya juga kalau tulisan saya bahasanya agak ngawur, ga formal, ga sesuai EYD dimaksudkan supaya kalian ga bosen bacanya . Well, hanya ini yang bisa saya buat untuk 1 tahun grup kita tercinta, saya tidak bisa memberikan kue, traktir pizza dan lainnya (tapi kalo ad yang mau traktir kabarin ya).

Dan saya persembahkan tulisan ini kepada semua temen-temen IKM’09 yang saya cintai dan banggakan. Seperti kata Bung Karno JAS MERAH (jangan sekali melupakan sejarah), maka dari itu semoga secuil cerita sejarah yang saya sampaikan tadi dapat berguna Karena dengan sejarah lah kita dapat berada seperti sekarang ini. Hanya terima kasih yang bisa saya sampaikan kepada semua teman-teman yang sudah aktif digrup yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Sekali lagi dengan kerendahan hati saya ucapkan TERIMA KASIH :).

FOTO KENANGAN KITA 1 TAHUN KEBELAKANG CEKIBROT !

MUNGKIN INI PERTAMA KALINYA KITA DIPERTEMUKAN

MUNGKIN INI PERTAMA KALINYA KITA DIPERTEMUKAN #UNYU

DI SERANGAN NANEM BAKAU (GET HIJAU WITH BIRU MUDA)

TAMPANGNYA MASIH KLASIK SEMUA YA

TAMPANGNYA MASIH KLASIK SEMUA YA

DEMO ANTI MALINGSIA INI WAKTU AWAL-AWAL KULIAH

NURDIN TURUN.. NURDIN TURUUN..

NURDIN TURUN.. NURDIN TURUUN..

TIM FUTSAL BKFK YANG LALU (SEMANGAT TERUS)

GA HANYA COWOK TIM FUTSAL CEWEK KITA JUGA EKSIS

GA HANYA COWOK, TIM FUTSAL CEWEK KITA JUGA EKSIS CYIN..

SEMOGA BISA TERUS KOMPAK YA

MANTAP INI BIMUNOS + SENIOR GUNG OKO

MANTAP INI BIMUNOS + SENIOR GUNG OKO

SELAMAT ULANG TAHUN GRUP BIMUNOS TERCINTA

JAYALAH INDONESIAKU, AJEGLAH BALIKU, HIDUP MAHASISWA, HIDUP IKM

SALAM SEMANGAT BIMUNOS

UNTUK INFO LEBIH LANJUT TENTANG BIMUNOS SILAHKAN KUNJUNGI GRUP KAMI DI FACEBOOK

( KLIK FOTO DIATAS )

ATAU FOLLOW OFFICIAL TWITTER PAGE KAMI : @BIMUNOS

Sekilas Video AKA gan !

PERTAMAX

PERTAMAX PERTAMAX PERTAMAX PERTAMAX PERTAMAX PERTAMAX PERTAMAX PERTAMAX

KALO GA KEBERATAN BAGI CENDOLNYA GAN..

 

SAMPAI JUMPA DI TULISAN BERIKUTNYA YA..

 

 

I LOVE INDONESIA